Doa Harian Bulan Ramadhan


Ramadhan memang bulan penuh berkah. Di bulan inilah Allah SWT menjanjikan banyak kesempatan bagi Umat Islam untuk memperbaiki dan introspeksi agar mencapai ketakwaan.
Dibulan ini pula diturunkan malam kemuliaan yaitu Lailatul Qodar yang nilainya setara dengan 1000 bulan.


Doa hari – 1
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!! Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.
Doa hari – 2
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dan kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih!!
Doa hari - 3
Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
Doa hari - 4
Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya bendzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat.
Doa hari – 5
Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.
Doa hari – 6
Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-MU, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan!
Doa hari – 7
Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara berkesinambungan, dengan Taufiq-MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-onang yang sesat.
Doa hari – 8
Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang tenhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-onang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.
Doa hari – 9
Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu.
Doa hari – 10
Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang menang disisi-MU, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-MU dengan ihsan-MU, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon.
Doa hari – 11
Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.
Doa hari – 12
Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-MU, Wahai penjaga orang-orang yang takut.
Doa hari – 13
Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menenima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-MU, Wahai Dambaan orang-orang miskin.
Doa hari – 14
Yaa Allah! Janganlah.Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala' dan malapetaka dengan kemualian-MU, Wahai Kemulian kaum Muslimin.
Doa hari – 15
Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu'. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanan-MU, Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut.
Doa hari – 16
Yaa Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-MU hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-MU Wahai Tuhan seru sekalian alam.
Doa hari – 17
Yaa Allah! Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita-ku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada didalam hati seluruh isi alam. Shalawat atas Mohammad dan keluarganya yang suci.
Doa hari – 18
Yaa Allah! Sedarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat saharnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikufi ajaran-ajarannya, Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin.
Doa hari – 19
Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari ketertedmaan kebaikan-kebaikannya, Wahai Pembeda petunjuk kepada kebenaran yang terang.
Doa hari – 20
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu surga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca al-Qur’an Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang Mu'min.
Doa hari – 21
Yaa Allah! berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoan-MU. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh kepenluan orang-orang yang meminta.
Doa hari – 22
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridhoan-MU, dan tempatkanlah aku di dalam surga-MU yang luas, Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.
Doa hari – 23
Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa.
Doa hari – 24
Yaa Allah! Aku memohon kepada-MU hal-hal yang mendatangkan keridhoan-MU, dan aku berlindung dengan-MU dan hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-MU kemampuan untuk mentaati-MU serta menghindani kemaksiatan tenhadap-MU, Wahai Pemberi para peminta.
Doa hari – 25
Yaa Allah! Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai Auliya’-MU dan memusuhi musuh-musuh-MU. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-MU, Wahai Penjaga hati para Nabi.
Doa hari – 26
Yaa Allah! Jadikanlah usahaku sebagai usaha yang disyukuri, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar dan semua yang mendengar.
Doa hari – 27
Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang sholeh.
Doa hari – 28
Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-MU diantara semua perantara, Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.
Doa hari – 29
Yaa Allah! Liputilah aku dengan rabmat dan berikanlah kepadaku Taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah wahai pengasih terhadap hamba-hamba-NYA yang Mu'min.
Doa hari – 30
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima di atas jalan keridhoan-MU dan keridhoan Rasul. Cabang-cabangnya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya, Demi kenabian Mohammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.

Keutamaan Sholat Terawih



Keutamaan shalat tarawih atau shalat tahajud pada bulan Ramadhan ini disebutkan dalam sebuah hadis sebagai berikut. Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda;



Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah 'Arsy:"Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat".
Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
Pada malam kelima, Allah Ta'ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
Pada malam keenam, Allah Ta'ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir'aun dan Haman.
Pada malam kedelapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin a.s.
Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allag Ta'ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.
Pada Malam kesepuluh, Allah Ta'ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, "Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu."
Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta'ala menghapuskan darinya azab kubur.
Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.Dan pada malam ketiga puluh, Allah berfirman:"Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku" (HR Majalis).

Khutbah Rasulullah Saw. Tentang Ramadhan


Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Targhib juz II/217-218 meriwayatkan suatu hadits dari sahabat Salman ra yang mengatakan bahwa Rasul saw pada hari terakhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kaum muslimin.
Khutbah singkat Rasul saw tersebut berisi sejumlah informasi dan pesan penting yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Mengingat masa kita yang jauh dari Rasul dan hilangnya gambaran utuh kehidupan Islam dari muka bumi ini.



Ada 13 informasi dan pesan penting dari khutbah singkat Rasul saw di atas, yaitu :

1. Bulan Ramadhan adalah bulan agung (Syahrun ‘Azim) yang penuh berkah (Syahrun Mubarak) yang mempunyai bobot lebih dibanding sebelas bulan lainnya dan disebut sebagai penghulu segala bulan (Sayidus Syuhur).
2. Di dalam keagungan bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang paling bernilai bagi umat manusia yaitu lailatul qadr (malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan, sekitar 83 tahun 4 bulan)
3. Pada bulan ini Allah swt mewajibkan shaum sebulan penuh (lihat QS Al Baqarah :183) yang tujuannya adalah agar kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan semaksimal mungkin.
4. Selain mewajibkan ibadah puasa di siang hari, Allah swt menganjurkan ibadah sunnah di malam hari berupa shalat qiyamul lail yang kemudian dikenal dengan shalat tarawih. Sabda Rasul SAW, HR Nasai dan Ahmad
”Sesungguhnya Allah telah memfardhukan shaum di bulan Ramadhan kepada kalian dan aku syari’atkan kepada kalian agar mendirikannya (dengan shalat tarawih). Barangsiapa yang mempuasai dan mendirikannya karena iman dan mengharapkan ridha Allah swt niscaya ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dikeluarkan dari ibunya”.
5. Allah swt sangat menghargai aktifitas positif seorang muslim di bulan Ramadhan dengan menawarkan pahala yang luar biasa kepada kaum muslimin yang melakukannya (amalan sunnah di bulan Ramadhan sama dengan amalan wajib di bulan lain, 1 amal diganjar 70 kali lipat)
6. Ramadhan dikatakan bulan kesabaran (Syahrul Shabri). Dalam suatu hadits rasul saw menggambarkan puasa sebagai separuh kesabaran (Nisfu sabri) dan ganjarannya adalah surga.
7. Ramadhan adalah bulan memberikan pertolongan (Syarul Muwasah) Rasul saw bersabda :”tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur nyenyak dan kenyang di malam hari sementara tetangganya kelaparan padahal ia mengetahui hal itu”.
8. Ramadhan adalah bulan dimana Allah menambahkan rizkinya kepada seorang mu’min.
9. Memberikan makan untuk berbuka bagi mereka tindakan yang sangat bernilai dan dihargai oleh Allah swt secara luar biasa dengan 3 penghargaan sekaligus :
- menjadi ampunan bagi dosa-dosanya
- pembebasan dari api neraka
- diberi pahala setara dengan orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang bersangkutan.
10. Ramadhan adalah bulan yang hari-hari pertamanya adalah rahmat (kasih sayang) Allah swt kepada kaum muslimin, hari-hari pertengahannya adalah hari pengampunan dan hari-hari terakhirnya adalah pembebasan kaum muslimin dari api neraka.
11. Meringankan beban orang yang dikuasainya (mamluq/dulu seperti budak, barangkali sekarang bisa dikatakan pegawai dan bawahan).
12. Empat perkara yang dipesankan Rasul saw agar diperbanyak kaum muslimin di bulan Ramadhan. Dua perkara dari yang 4 itu bersifat menyenangkan Allah SWT yakni kaum muslimin meyakini dengan sesungguhnya bahwa tiada tuhan selain Allah dan mereka memohon ampunan kepada –Nya. Dua perkara sisanya sangat dibutuhkan kaum muslimin yakni mereka memohon surga-Nya dan berlindung dari api neraka. Dianjurkan memperbanyak membaca kalimat “Asyhaduanlaailahaillallah. Astaghfirullah. As’alukal jannata wa a’uzubika minannaar”.
13. Yang memberi minum kepada orang yang berpuasa mendapatkan penghargaan yang tak terbayangkan olehnya yakni mendapatkan minuman dari Allah SWT di akhirat nanti dengan minuman dari telaga (haud) Rasulullah saw yang dia tidak merasa haus lagi sesudahnya hingga ia masuk surga.

Menyadari hakikat puasa Ramadhan yang tidak lain adalah penggemblengan mental, fisik dan intelektual kita dalam rangka meningkatkan kadar ketaqwaan kita sehingga benar-benar lolos dalam medan ujian kehidupan dunia ini dengan predikat muttaqin.
Jika demikian kesadaran kita hendaknya kita menjalani ibadah puasa kira di bulan Ramadhan ini dengan memenuhi dan menyempurnakan rukun-rukun dan sunnah-sunnahnya.
Janganlah kita sampai terjatuh pada perkara-perkara yang membatalkan puasa maupun yang membuat puasa kita sia-sia.

unyikan

WAJIB SERENTAK DALAM MENGAWALI DAN MENGAKHIRI RAMADHAN




Sesungguhnya puasa Ramadhan, ‘Iedul Fitri dan ’Iedul Adha di samping merupakan aktivitas ibadah yang menyangkut hubungan antara kaum muslimin dengan Al Khaliq, juga merupakan salah satu bentuk syi’ar ummat Islam. Kaum muslimin, diseluruh dunia, memulai puasa
Ramadhan secara
serentak pada hari yang sama. Mereka juga merayakan ‘Iedul Fitri pada hari yang sama pula.



Aktivitas tersebut dilakukan sebagai wujud ketaatan terhadap perintah Allah SWT yang telah menyatukan mereka. Dan bukan didasarkan oleh keputusan-keputusan para penguasa politik atau fatwa para ulama’, pemerintah yang nifak yang senantiasa merekayasa terpecah-belahnya ummat Islam.
Berkenaan dengan bulan Ramadhan, Rasulullah bersabda: “Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila kamu melihat anak bulan (hilal) Ramadan, hendaklah kamu berpuasa. Apabila kamu melihat anak bulan Syawal, hendaklah kamu berbuka. Jika ianya dilitupi terhadap kamu, berpuasalah selama tiga puluh hari” (Bukhari Muslim:608)
“Sesungguhnya bulan itu ada 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa hingga melihatnya (hilal). Apabila mendung menutupi kalian, maka perkirakanlah” (HR. Muslim)
Hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang dimulainya dan diakhirinya berpuasa Ramadhan. Sehingga tidaklah wajar bila ada perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan karena hadist tersebut bersifat umum/menyeluruh, dari negara-negara sedunia.
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak boleh berpuasa pada dua hari tertentu, yaitu Hari Raya Korban (Idul Adha) dan hari berbuka dari bulan Ramadan (Idul Fitri)” (Bukhari Muslim: 648)
Maka bila seseorang yang berpuasa berpuasa pada tanggal 1 hijriah dan 10, 11, 12, 13 Dzulhijah hukumnya haram.
Dalam faktanya dalam satu negara - contohnya beberapa saat yang lalu Indonesia - pernah terjadi perbedaan dalan menentukan hari raya Idul fitri. Kita tinjau dari logika saja apakah mungkin dalam satu bulan terdapat dua kali tanggal 1 Hijriah dalam satu negara. Hari ini tanggal 1 Hijriah dan besok juga tanggal 1 Hijriah. Tetapi anehnya bila hari raya Iedul Adha kita selalu sama. Inilah yang dapat membuat perpecahan dan ukhuwah Islamiah dapat hancur, sehingga kaum kafir dapat dengan mudah untuk mengadu domba antara sesama kaum muslimin.
Perbedaan ulama :
1. Imam Syafi’i : Apabila ru’yatul hilal di suatu daerah telah terbukti, maka berdasarkan pembuktian ini penduduk yang terdekat di sekitar daerah tersebut wajib berpuasa. Ukuran kedekatan ( antar 2 daerah ) dihitung menurut kesamaan matla’, yaitu jarak keduanya kurang dari 24 farsakh ( kurang lebih 120 km ). Adapun penduduk daerah yang jauh, mereka tidak wajib puasa dengan ru’yat ini, karena terdapat perbedaan matla’.
2. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad : Apabila ru’yatul hilal telah terbukti ( terlihat ) di salah satu negeri, maka negeri-negeri yang lain ( juga ) wajib berpuasa. Dari segi pembuktiannya tidak ada perbedaan sampai kepada mereka dengan cara ( terpercaya ) yang mewajibkan puasa. Tidak diperhatikan lagi di sini adanya perbedaan matla’ hilal ( tempat terbitnya bulan ) secara mutlak.
3. Ibnu Hajar yang menyatakan tidak boleh ru’yah dengan menggunakan alat sebangsa kaca (nahwi wirati).
4. Asyarwani yang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sebangsa kaca adalah air, ballur (benda yang berwarna putih seperti kaca), dan alat yang mendekatkan yang jauh atau memperbesar yang kecil. Namun, kemudian beliau mengemukakan pendapatnya sendiri bahwa walaupun menggunakan alat tetap masih bisa disebut ru’yah.
5. Al Muti’I menyatakan ru’yah bil fi’li dengan mempergunakan alat (nadhara) tetap dapat diterima karena yang terlihat melalui alat tersebut adalah hilal itu sendiri (Ainul hilal) buka yang lain. Fungsi alat hanya untuk membantu penglihatan dalam melihat yang jauh atau sesuatu yang kecil.
Dari pendapat Imam Syafi’i kurang tepat, karena 2 alasan :
a. Pendapat itu berdasar kepada ijtihad Ibnu Abbas ra dalam hal bolehnya berpuasa bagi setiap daerah tertentu tidak berlaku bagi daerah yang lain.
b. Belum jelasnya manathul ( fakta yang menjadi obyek penetapan hukum ) pada zaman itu. Dengan fakta lain pemahaman mengenai fakta kedudukan atau posisi tempat terbitnya bulan belum sempurna seperti saat sekarang. Imam Syafi’i menyandarkan pendapatnya pada Ibnu Abbas. Hadits yang menjelaskan ijtihad Ibnu Abbas itu adalah
“Diriwayatkan dari Kuraib bahwa Ummu Fadl telah mengurtusnya menenmui Muawiyah di Syam. Kuraib berkata ‘Lalu aku pergi ke Syam dan menyelesaikan urusan Ummu Fadl trnyata bulan Ramadhan telah tiba sedangkan aku masih berada di Syam. Aku melihat bulan pada hari Jumat, kemudian aku kembali ke kota Madinah pada akhir bulan Ramadhan. Saat itu Ibnu Abbas bertanya padaku tentang hilal. Ia bertanya,’ Kapan kamu lihat bulan ?’ Aku menjawab, ‘Kami melihatnya pada malam Jumat.’ Ia bertanya lagi,’ Apakah kau melihatnya ?’ aku menjawab,’ Ya, dan orang-orang juga melihatnya.’ Lalu mereka pun berpuasa begitu pula Muawiyah. Dia berkata lagi,’ Tapi kami melihatnya pada malam Sabtu. Maka kami terus berpuasa hingga sempurna bilangan 30 hari, dan hingga kami melihatnya. Aku lalu bertanya, ‘Tidak cukupkah kita berpedoman pada ru’yat dan puasa Muawiyah ?’ dia menjawab, ‘Tidak, (sebab) demikianlah Rasullullah saw memerintahkan pada kami.” (HR Jama’ah, kecuali Bukhari dan Ibnu Majjah)
Mengenai manathul hukmi sesungguhnya pemahaman para imam-imam madzhab saat itu belum sejelas pemahaman kita di zaman sekarang. Artinya pendapat ketiga imam tersebut lebih sesuai untuk fakta astronomi saat ini, daripada pendapat imam Syafi’i. Terbukti misalnya lahirnya bulan sabit (di luar angkasa) terjadi pada waktu yang sama di seluruh bumi. Hanya saja memang terjadi perbedaan dalam melihat bulan (dari bumi), tergantung perbedaan letak masing-masing negeri. Menentukan dan menaksir perbedaan waktu dengan perbedaan jarak 120 km menghasilkan waktu 4 menit lebih sedikit. Waktu 4 menit tidaklah berpengaruh sedikitpun (dalam penentuan hari dan tanggal). Lalu bagaimana mungkin kita jadikan tolak ukur dalam penentuan shaum dan ‘Ied.
Pendapat dari Asyarwani dan Al Muti’I menyatakan bahwa boleh meru’yat dengan menggunakan alat bantu yang saat ini sudah semakin maju. Dan sejalan dengan makin canggihnya sarana komunikasi, teknologi, dan penyebaran informasi, kini telah diusulkan sebuah metode yang bernama Free Horizont (Horizon Bebas). Metode ini, menurut A. Komara Mulyana MSc, staf pneliti pada Bakosurtanal menyatakan bahwa penentuan awal bulan didasarkan pada ru’yat global, bukan ru’yat lokal. Dengan demikian apabila di tempat tertentu hilal telah terlihat, maka daerah-daerah lain yang pada waktu terlihat hilal belum masuk waktu imsak, wajib mengikuti ru’yat ini, yakni berpuasa keesokan harinya.
Bagaimana dengan hisab ?
Dalam kitab syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi dan dalam Fathul Barri terdapat hadits Nabi saw “Kami adalah umat yang ‘ummy, kami tidak dapat menulis atau menghitung. Satu bulan ada begini, begini, begini ( seraya meyodorkan kesepuluh jari tangan 3 kali dengan menekuk jari jempol pada sodoran ketiga ). Dan satu bulan adalah begini, begini, begini (dengan membuka semua jari pada ketiga sodoran). Lafadh hadits menurut Imam Muslim.
Imam Hajar kemudian memberi komentar hadits ini sebagai berikut : “Yang dimaksud dengan hisab pada hadits ini adalah hisabun nujum (perhitungan ilmu falak) dan peredarannya. Orang-orang dahulu belum mengetahui ilmu itu, kecuali sedikit dan pengetahuannya pun amat sederhana. Ikaitkan dengan puasa dan perkara lainnya dengan ru’yat adalah untuk menghilangkan kesukaran dari mereka dalam menggunakan hisab peredaran bulan.
Dari penjelasan di atas nampak bahwa Ibnu Hajar hanya menggunakan ru’yat saja, tidak menggunakan hisab. Pendapat ini juga dipegang oleh Jumhur Fuqaha pada saat itu. Namun bila ditelaah lebih dalam, pendapat itu sebenarnya tidaklah berarti pengharaman dalam penggunaan hisab. Mengingat secara hukum hisab itu mubah untuk dipakai. Maka dari itu ilmu hisab dapat dimanfaatkan, misalnya untuk meramalkan waktu yang tepat untuk ru’yat. Akan tetapi, hisab tidak dapat menggantikan posisi ru’yat secara mutlak, dalam arti menggunakan hisab sebagai satu-satunya cara penetapan awal – akhir Ramadhan dan meninggalkan ru’yat sama sekali. Sebab syara’ telah menetapkan berdasarkan nash-nash yang shahih bahwa penetapan awal – akhir Ramadhan dengan ru’yat adalah WAJIB, sementara mempergunakan hisab hukumnya MUBAH. Jadi posisi hisab astronomi adalah membantu untuk menentukan tempat-tempat dan waktu yang tepat dalam menentukan ru’yatul hilal.
Dari penjelasan diatas jelas bahwa penentuan awal dan akhir ramadhan wajib untuk serentak dalam satu negara bahkan di seluruh dunia. Ini merupakan seruan yang syar’i dan khat’i sehingga mengikat seluruh kaum muslimin. Bila di negara Arab, Nigeria, palestina, Amerika dan negara-negara lain sudah melihat hilal terlebih dahulu maka kita juga wajib berpuasa dan berbuka. Kita tidak boleh berpuasa pada hari yang berbeda karena memihak suatu golongan/organisasi yang kita ikuti tetapi ikutilah yang paling benar. Sehingga bila dalam menghadapi awal dan akhir Ramadhan kita serentak maka ukhuwah Islamiah akan menjadi kuat dan itulah yang ditakuti oleh kaum kafir. Karena itu ru’yat internasional sangat diperlukan dan merupakan media pemersatu Ummat.

Ramadhan, Bentar lagi wih..... seneng banget…..


“Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan, tentulah mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan Ramadhan” [HR. Ibnu Huzaimah]
Tentunya kita akan suka cita ato sedih banget…. Karena ada tekanan dalam alqur’an :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Qs. al-Baqarah[2]: 183).

Allah telah menentukan hikmah bagi orang yang berpuasa, yaitu takwa. Takwa seperti yang didefinisikan oleh sebagian Salafus Shâlih adalah: Takut kepada Allah Yang Maha Agung (al Jalîl), menerapkan wahyu yang diturunkan (at Tanzîl), dan mempersiapkan diri terhadap hari keberangkatan/kematian (ar Rahîl). Takut kepada Allah mampu menjadikan seorang individu dekat dengan Allah dan tunduk kepada-Nya. Ia diselimuti oleh suasana penuh keimanan kuat. Ketahuilah, bahwa peperangan terbesar yang pertama didalam Islam adalah perang Badar yang dilakukan kaum Muslim pada bulan Ramadhan, ketika perasaan mereka diliputi oleh taqarrub kepada Allah.
Para sahabat ra memahami bahwa Allah telah mewajibkan shaum Ramadhan atas kaum Muslim, serta menjadikannya sebagai bulan untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan dan amal shaleh. Mereka sangat memegang teguh sabda Rasulullah Saw.:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah membukakan (dan menurunkan) untuk kalian rahmat, mengosongkan (menghapuskan) kesalahan-kesalahan, mengabulkan doa. Allah Swt melihat persaingan kalian, dan para Malaikat menyenangi kalian. Allah akan menyirami kalian dengan kebaikan. Dan sungguh celaka siapa saja yang telah diharamkan atasnya rahmat Allah ‘azza wa jalla. [HR. Thabrani dari Ubadah bin Shamit].
So.. ini adalah media untuk pemutihan atau penghapusan dosa bagi setiap insan muslim lebih khusus bagi remaja yang seneng maksiat tapi bukan berarti setelah ramadhan bisa malkukan dosa dan maksiat lagi. Semoga ramadhan kali ini akan menghapuskan segala dosa kita di masa lalu.